Jumat, 18 Januari 2019

By Admin

4 Bahaya yang Bisa Ditimbulkan Akibat Makan Terlalu Cepat



Ini peringatan bagi yang suka ikutan lomba juara makan, misalnya pizza, burger dan yang lainnya yang biasa diadakan pada satu event tertentu atau oleh stasiun televisi. Mengapa?  Ternyata, selain berisiko tersedak, ada bahaya lain yang mengintai kesehatan akibat kebiasaan makan cepat-cepat.

Seperti dilansir kompas .com , berikut 4 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat makan terlalu cepat  :

1. Masalah pada jantung

Makan terlalu cepat ternyata bisa menimbulkan masalah pada jantung.  Bukti ini ditemukan oleh Dr. Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung dari Hiroshima University, Jepang.

Pernyataan ini dikemukakannya bukan tanpa bukti. Untuk mendapatkan simpulan ini, Yamaji telah meneliti lebih dari 1.000 peserta selama 5 tahun.

Para peserta ini dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan kecepatan makan. Mulai dari lambat, normal, hingga cepat. Hasilnya, kelompok yang makan dengan cepat memiliki risiko penyakit sindrom metabolik yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Refluks asam lambung (asam lambung naik)

 
Makan terlalu cepat akan memicu refluks asam lambung. Ini karena makanan akan dengan cepat masuk ke lambung dalam jumlah besar. Akibatnya, asam dari lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan sensasi terbakar atau perih.

Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-terusan, kamu akan mengalami berbagai komplikasi seperti mulas, mual, sakit perut, dan sulit menelan.

3. Diabetes

 
Sebuah penelitian di Lithuania pada tahun 2012 menemukan fakta bahwa diabetes menjadi salah satu masalah yang bisa terjadi saat kita makan terlalu cepat.

Ketika makan dengan cepat, perut cenderung sulit merasa kenyang. Tanpa sadar, kita akan makan dengan kalap tanpa terkendali.

Tak hanya itu, makan dengan cepat juga membuat adanya kenaikan glukosa dengan jumlah besar dalam satu waktu. Akibatnya, tubuh sangat rentan mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi saat sel-sel di dalam tubuh tidak merespon secara efektif terhadap hormon insulin. Akibatnya, tubuh tidak mampu mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

4. Obesitas

Ketika kita menelan makanan terlalu cepat, tubuh tidak dapat mengenali perasaan kenyang seperti biasanya. Akibatnya, asupan kalori menjadi lebih tinggi dari yang dibutuhkan.

Sementara saat kita makan pelan-pelan, otak memiliki cukup waktu untuk menerima sinyal rasa kenyang. Hal ini membuat kita berhenti makan begitu perut terasa penuh. Oleh karena itu, jangan makan terlalu cepat karena bisa berujung obesitas.

Mulai sekarang, jangan lagi makan terlalu cepat. Nikmati makanan Anda secara perlahan agar tubuh tidak mendapatkan dampak buruknya.








By Admin

About By Admin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :