Jumat, 25 Oktober 2019

By Admin

Perusahaan Sukanto Tanoto Targetkan 20 PLTBg Untuk Bantu Terangi Rumah Warga


Sumber: bpdb.or.id

Jumlah pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Di beberapa daerah, listrik ibarat komoditas langka yang sulit didapatkan. Kondisi ini memantik keprihatinan Sukanto Tanoto selaku pendiri sekaligus pemimpin grup bisnis Royal Golden Eagle. Atas dasar itu jugalah, Asian Agri salah satu unit bisnis RGE membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) baik untuk memenuhi kebutuhan pabrik sekaligus membantu menerangi rumah warga di sekitar area operasional. 

Target 3 PLTBg di tahun 2019

Proyek pembangunan PLTBg Asian Agri sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Selama 4 tahun terakhir, sebanyak 10 PLTBg sudah selesai dibangun dan beroperasi di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Kesepuluh PLTBg tersebut tersebar dengan komposisi 5 unit PLTBg di Sumatera Utara, 3 unit di Riau dan 2 unit di Jambi. Sedangkan untuk distribusi listriknya sendiri, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut bekerja sama dengan PT PLN (Persero).

Sebanyak 0,7 MW listrik yang dihasilkan rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik yang dimiliki Asian Agri. Sedangkan untuk sisanya, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut akan menyalurkannya kepada masyarakat sekitar. 

Proyek 20 PLTBg PT Asian Agri

Membangun 10 PLTBg hingga tahun 2019 hanyalah setengah dari proyek besar tenaga terbarukan Asian Agri. Setelah selesai dengan 3 PLTBg di tahun 2019, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut masih akan melanjutkan proyek besarnya membangun PLTBg di beberapa wilayah.

Total ada 20 PLTBg yang ingin dibangun oleh Asian Agri. Setelah menyelesaikan PLTBg kesepuluh di tahun 2019, 10 PLTBg berikutnya ditargetkan selesai dan bisa beroperasi pada tahun 2020 nanti.

Sama seperti 7 PLTBg yang telah dibangun sebelumnya, kapasitas produksi ke-3 PLTBg yang dibangun pada tahun 2019 oleh Asian Agri berada di angka 1 MW hingga 2,2 MW. Jumlah investasi yang dikeluarkan untuk membangunnya juga terbilang fantastis.

Untuk satu PLTBg, setidaknya dibutuhkan dana pembangunan mulai dari US$ 5 juta sampai US$ 6 juta. Jika mengacu pada estimasi tersebut, sedikitnya dibutuhkan US$ 100 juta sampai US$ 120 juta untuk membantu 20 PLTBg. 

Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) merupakan pembangkit listrik yang tidak hanya didesain untuk menghasilkan listrik namun juga membantu mengelola limbah. Untuk produsen minyak sawit sekelas Asian Agri, hal tersebut memberi keuntungan ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan listrik, PLTBg juga menjadi cara ampuh untuk mengelola limbah produksi.

Asian Agri menggunakan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku PLTBg yang dibangunnya. POME sendiri merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas produksi minyak sawit. Biasanya, POME dimanfaatkan untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah erosi. Namun dalam jumlah yang terlalu besar, POME bisa menjadi bencana.

Hal ini disadari betul oleh Asian Agri. Sebagai sebuah perusahaan yang mewarisi visi Sukanto Tanoto dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan, perusahaan harus bisa mengelola limbahnya dengan baik. Melalui PLTBg, mewujudkan pabrik sawit dengan zero waste diharapkan bisa terwujud.

Proyek pembangunan PLTBg Asian Agri ini juga sejalan dengan program pemerataan listrik yang dicanangkan oleh pemerintah. Mengingat area operasi perusahaan Sukanto Tanoto yang berada di luar Pulau Jawa, keberadaan PLTBg Asian Agri tentu memiliki dampak positif yang tidak sedikit. Dengan beroperasinya 20 PLTBg, nantinya diharapkan listrik yang dihasilkan dapat menerangi 32 ribu rumah warga.



By Admin

About By Admin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :